简体版 繁體版 English
Masuk Daftar

contoh kalimat first opium war

"first opium war" terjemahan bahasa Indonesia  
ContohHandphone
  • While serving there, the First Opium War broke out.
    Akibat adu domba tersebut, perang saudara pertama pun meletus.
  • 1842 – Treaty of Nanking signing ends the First Opium War.
    1842 - Perjanjian Nanking menandai akhir dari Perang Opium Pertama.
  • Half a century later, Western Europe forced their way into China via the First Opium War.
    Setengah abad kemudian, Eropa Barat memaksa masuk melalui Perang Opium.
  • This time the British were fighting the first Opium war with China (1839-1842).
    di dalam perang Opium yang pertama dengan Cina (1839-1842). Perjanjian Nanjing
  • The settlements were established following the defeat of the Qing army by the British in the First Opium War (1839–1842).
    Permukiman tersebut dibentuk setelah kekalahan tentara Qing oleh Britania dalam Perang Candu Pertama (1839 – 1842).
  • In November 1840, during the First Opium War, George returned to Britain due to ill health, leaving Charles as sole plenipotentiary.
    Pada bulan November 1840, selama Perang Opium Pertama, George kembali ke Inggris karena sakit, meninggalkan Charles sebagai yang berkuasa penuh satu-satunya.
  • When it was not paid, the British declared war later the same year, starting what became known as the First Opium War.
    Ketika ganti rugi tidak kunjung dibayar, orang-orang Inggris pun menyatakan perang pada tahun yang sama, diawali dengan Perang Candu Pertama.
  • The Sinocentric model was not seriously challenged until contact with the European powers in the 18th and 19th century, in particular the First Opium War.
    Model Sinosentrisme tidak ditantang secara serius sampai kontak dengan kekuatan Eropa pada abad ke-18 dan 19, khususnya Perang Candu Pertama.
  • The island had a population of about 3,000 inhabitants scattered in a dozen fishing villages when it was occupied by the United Kingdom in the First Opium War.
    Pulau ini memiliki populasi sekitar 3.000 penduduk yang tersebar di selusin kampung nelayan ketika diduduki oleh Inggris dalam Perang Candu Pertama.
  • His reign was marked by "external disaster and internal rebellion," that is, by the First Opium War, and the beginning of the Taiping Rebellion which nearly brought down the dynasty.
    Pemerintahannya ditandai oleh "bencana luar dan pemberontakan dari dalam", yang adalah Perang Candu Pertama, dan awal Pemberontakan Taiping yang hampir menghancurkan dinasti tersebut.
  • Opium Wars is a collective term for the mid-1800s conflicts between Western powers and China including the First Opium War (1839–1842) and the Second Opium War (1856–1860).
    Perang Candu adalah sebuah istilah kolektif dari konflik pertengahan 1800an antara kekuatan-kekuatan Barat dan Tiongkok yang meliputi Perang Candu Pertama (1839–1842) dan Perang Candu Kedua (1856–1860).
  • The factories were destroyed by fire in 1822 by accident, in 1841 amid the First Opium War, and in 1856 at the onset of the Second Opium War.
    Faktori-faktori ini hancur akibat kebakaran pada tahun 1822, dan kemudian pada tahun 1841 akibat Perang Candu Pertama dan hancur lagi pada tahun 1856 akibat Perang Candu Kedua.
  • After the First Opium War, Hong Kong was ceded to the British in the Treaty of Nanking and the colony soon became a popular stopover for missionaries travelling onwards to China.
    Setelah Perang Candu Pertama, Hong Kong diserahkan kepada Britania dalam Perjanjian Nanjing dan koloni ini segera menjadi sebuah persinggahan populer bagi perjalanan para misionaris menuju Tiongkok.
  • After the Treaty of Nanking at the end of the First Opium War in 1842, many Chinese ports were forced to open to foreign trade, which threatened American trade in the region.
    Setelah Perjanjian Nanking di akhir Perang Opium Pertama pada tahun 1842, banyak pelabuhan Tingkok dipaksa untuk membuka perdagangan luar negeri, yang mengancam perdagangan Amerika di wilayah tersebut.
  • The beginning of the Century of Humiliation is usually dated to the mid-19th century, on the eve of the First Opium War amidst widespread opium addiction and the political unraveling of Qing China that followed.
    Awal Abad Penghinaan ini biasanya berasal dari pertengahan abad ke-19, pada malam Perang Candu Pertama di tengah kecanduan madat yang meluas dan penyelesaian kekusutan politik Dinasti Qing Tiongkok yang menyusul.
  • The First Opium War (1839–42), in retaliation of the burning of opiate products by Commissioner Lin Zexu, which resulted in the opening of a number of ports, the cession of Hong Kong to Great Britain, and the Treaty of Nanjing.
    Perang Opium Pertama (1839-42), sebagai pembalasan atas pembakaran produk opium oleh Komisaris Lin Zexu, yang mengakibatkan terbukanya sejumlah pelabuhan, penyerahan Hong Kong ke Britania Raya, dan Perjanjian Nanjing.
  • The First Opium War ended with conclusion of the Treaty of Nanjing in which China opened up the cities of Guangzhou ("Canton"), Fuzhou ("Foochow"), Xiamen ("Amoy"), Ningbo ("Ningpo"), and Shanghai to residence by British subjects for the purpose of trade.
    Perang Candu Pertama berakhir dengan Perjanjian Nanking yang berisikan kesepakatan Tiongkok membuka kota Guangzhou ("Canton"), Fuzhou ("Foochow"), Xiamen ("Amoy"), Ningbo ("Ningpo"), dan Shanghai untuk ditempati orang-orang Inggris untuk tujuan perdagangan.
  • In the mid-19th century, China under the Qing dynasty suffered a series of natural disasters, economic problems, and defeats at the hands of the Western powers—in particular, the humiliating defeat in 1842 by the British in the First Opium War.
    Pada pertengahan abad ke-19, Tiongkok di bawah dinasti Qing mengalami serangkaian bencana alam, masalah ekonomi, dan kekalahan di tangan kekuatan-kekuatan Barat, khususnya kekalahan memalukan dari Britania pada tahun 1842 dalam Perang Candu Pertama.
  • British forces under Captain Charles Elliot captured Zhoushan on 5–6 July 1840 during the First Opium War and evacuated it in early 1841, after Elliot reached an agreement with Qishan, the Governor-General of Tianjin and Grand Secretary to the Daoguang Emperor, in exchange for cession of Hong Kong.
    Pasukan Britania di bawah pimpinan Kapten Charles Elliot merebut Zhoushan pada 5-6 Juli 1840 dalam Perang Candu Pertama dan meninggalkan daerah itu pada awal 1841, setelah Elliot mencapai kesepakatan dengan Qishan, Gubernur Jenderal Tianjin dan Sekretaris Agung Kaisar Daoguang dengan isi kesepakatan adalah Zhousan ditukar dengan Hong Kong.